Bank Syariah Menuju Banknya Umat Islam

SATU pertayaan menggelitik dari 231 juta penduduk Indonesia (Data BPS 2009) terdapat setidaknya 80% adalah umat muslim. Tapi mengapa Bank Syariah yang telah diperkenalkan sejak 1991 ditandai dengan kehadiran Bank Muamalat Indonesia, belum sepenuhnya jadi pilihan utama umat muslim, malah masih sangat tertinggal.

Data terakhir menununjukkan selain Bank Muamalat, Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah, Bank Bukopin Syariah dan Bank BRI Syariah, sudah berdiri. Tapi tetap saja, kelima bank belum jadi pilihan utama masyarakat Indonesia umumnya dan khususnya umat muslim.

Sejak berdiri dari 1991 hingga sekarang yang sudah berjumlah lima bank, perkembangan bank berbasih islam ini masih sangat lambat. Karen sejak sejak bank syariah pertama kali muncul di Indonesia pada 1991, pangsa pasarnya hanya kurang dari tiga persen. Kini di 2009 pun juga masih sama, tidak bisa lebih dari tiga persen.

Bandingkan dengan Malaysia misalnya, yang sudah mencapai 15-20% terhadap total perbankan di negara itu. Ini tentu sangat menantang kita supaya apa yang dilakukan Malasysia dengan jumlah penduduk beragama Islam 23 Juta jiwa, bisa kita lakukan yang memiliki 192 juta jiwa beragama Islam.

Bisakah kita melakukannya? Kenapa tidak? Asal ada kemauan untuk itu, apalagi regulasi Undang-undang Perbankan Syariah sudah disahkan pada 2008. Memang sangat terlambat, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba, karena peluang untuk itu sangat terbuka, pangsa pasar Bank Syariah sangat terbuka, karena Negara ini memiliki pangsa pasar terbesar di Asia.

Ya, jumlah penduduk Islam sebanyak 192 Juta jiwa menjadi peluangnya. Apalagi aturan-aturan yang dugunakan oleh bank Syariah azaz diambil dari Al Qur’an. Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan syariah.

Aset bank syariah meningkat sangat pesat sebesar 40% pada tahun 2009 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, namun total aset tersebut masih sangat kecil dibanding dengan total aset perbankan Indonesia yaitu hanya 2,5% dari $270 milyar. Kenyataan tersebut menujukkan bahwa peluang bank syariah masih cukup besar dan  tumbuhnya potensi bisnis yang kuat (strong potential for growt

Lalu apa yang menjadi kendala? Beberapa nasabah Bank Syariah, menyatakan kalau Bank sejenis itu masih ‘kurang gaul’ artian konsep marketingnya masih seadanya, terlalu mengandalkan idealisme sehingga masih jarang dilirik.

Kurang gaul yang dimaksud adalah pelayanan yang prima dari produk bank. Artinya jaringan bank masih sangat sedikit dibandingkan bank konvensional, yang punya jaringan sampai ke pelosok, sehingga tak ada keraguan.

Saat ini Bank Syariah hanya bisa menjangkau wilayah tertentu saja. Tentu ini tak mendukung arah kebijakan yang lebih besar menjadi bank pilihan utama umat muslim. Belum lagi kalau kita bicara soal produk Bank Syariah, yang masih kurang menarik bagi nasabah.

Mengapa demikian? Ternyata ini karena faktor sumber daya yang belum siap mendukung penuh upaya Bank Syariah jadi salah satu bank yang mengemuka. Tentu ini menjadi satu peluang bagi kita semua guna menciptakan peluang tersebut.

Memaksimalkan sosialisasi perbankan syariah di masyarakat. Dengan masyarakat sudah memiliki pengetahuan serta pemahaman yang baik mengenai perbankan syariah dan ekonomi Indonesia, maka masyarakat tidak perlu ragu terhadap kinerja perbankan syariah. Sehingga, market share bank syariah akan lebih meningkat.

Masih banyak PR yang memang harus dilakukan tetap agar Bank Syariah menuju Banknya Umat Muslim di Indonesia. Jangan menyerah karena Bank Indonesia sendiri telah mendukung upaya itu dengan mengeluarkan startegi bisnis Bank Syariah Indonesia. Jadi tinggal kita bagaimana menyingkapinya.

1 Response so far »

  1. 1

    […] selengkapnya var addthis_language = 'en'; VN:F [1.6.8_931]please wait…Rating: 0.0/10 (0 votes cast)VN:F [1.6.8_931]Rating: 0 (from 0 votes)AKPC_IDS += "94174,";Popularity: unranked [?] […]


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: